Postingan

AKU

Song for you https://www.youtube.com/watch?v=SGENkcHKwlA menit ke- 23:35 -23:39 Best moment, "when u hug me" Dari, Aku

,

Koma menjadi titik Rusuk menjadi belikat Hujan menjadi cerah Seru menjadi tanya A menjadi Z Terimakasih telah menyempurnakan setiap tanda koma yang kumiliki, terimakasih telah mensejajarkan langkahmu untuk bersamaku, terimakasih telah, akan, dan ingin yang kamu lakukan bersamaku. Aku bersyukur bertemu, menemukan, dan bersamamu.

Fauzul

Aku. Bertahan. Karena. Diriku. Namun, aku bersyukur bisa bersamamu.

Untuk

Untuk semua hal yang telah terjadi dan ditunjukkan dihidupku, aku bersyukur. Untuk semua hal yang menyenangkan dan menyedihkan, aku bersyukur. Untuk semua hal yang membahagiakan dan menyakitkan, aku bersyukur. Untuk semua hal yang manis, asam, asin, dan pahit, aku bersyukur. Untuk semua orang yang datang dan pergi, aku bersyukur. Untuk semua orang yang membawa suka, aku bahagia. Untuk semua orang yang membawa duka, aku bersyukur. Untuk semua hal dan orang yang ada, aku berterimakasih. Semoga Tuhan memberi hal-hal yang membuat kalian bahagia.

22:50

menjadi dewasa itu sulit. harus memaklumi apa yang sulit untuk dimaklumi harus mengikhlaskan sesuatu yang sulit untuk diikhlaskan harus memaafkan sesuatu yang sulit untuk dimaafkan harus mengasihi sesuatu tanpa tau balasan apa yang diterima pertanyaannya apakah kita bisa? . jawabannya hanya ada pada diri masing-masing

Takut

Menyambung permasalahanku dibawah. Aku takut untuk membagikan semua ceritaku ke orang lain. Bertahun-tahun aku menjadi seseorang yang tidak bisa jujur ke diriku sendiri. Aku selalu mengatakan bahwa aku baik baik saja padahal nyatanya tidak dan itu melelahkan. Aku mempelajari bahwa setiap manusia selalu ingin berada di kondisi yang aman dan baik-baik saja. Pemikiran itu aku dapatkan saat semua orang disekitarku tidak menerima apa itu kekuranganku. Semua orang menuntutku untuk terlihat baik-baik saja, untuk menjadi seorang obat, untuk terlihat bahagia, tidak boleh menangis atau kecewa.  Aku teringat kawan lamaku berkata saat aku berada di titik yang rasanya tidak ada seorang pun memahamiku, "tidak ada obat untuk mengobati sakit hatimu, karena obatnya hanya ada didalam hatimu sendiri" aku saat itu sangat menerima kalimat itu karena dia menambahkan kalimat "hatimu sangat bersih dan suci, itulah obatnya". Aku menyukai kalimat itu, sampai pada akhirnya aku mulai menyadari...