Takut
Menyambung permasalahanku dibawah. Aku takut untuk membagikan semua ceritaku ke orang lain. Bertahun-tahun aku menjadi seseorang yang tidak bisa jujur ke diriku sendiri. Aku selalu mengatakan bahwa aku baik baik saja padahal nyatanya tidak dan itu melelahkan.
Aku mempelajari bahwa setiap manusia selalu ingin berada di kondisi yang aman dan baik-baik saja. Pemikiran itu aku dapatkan saat semua orang disekitarku tidak menerima apa itu kekuranganku. Semua orang menuntutku untuk terlihat baik-baik saja, untuk menjadi seorang obat, untuk terlihat bahagia, tidak boleh menangis atau kecewa.
Aku teringat kawan lamaku berkata saat aku berada di titik yang rasanya tidak ada seorang pun memahamiku, "tidak ada obat untuk mengobati sakit hatimu, karena obatnya hanya ada didalam hatimu sendiri" aku saat itu sangat menerima kalimat itu karena dia menambahkan kalimat "hatimu sangat bersih dan suci, itulah obatnya". Aku menyukai kalimat itu, sampai pada akhirnya aku mulai menyadari bahwa yang aku punya hanyalah diriku sendiri pada akhirnya, tidak ada yang memahami aku selain aku, dan jangan berekspektasi pada orang lain akan hal itu.
Selama ini aku menyadari pula, bahwa yang kutakutkan bukanlah bercerita akan tetapi reaksi mereka. Aku takut mengungkapkan dan menyetujui bahwa aku tidak memiliki arti, tidak pantas untuk diberi empati, tidak pantas untuk dipedulikan, tidak layak untuk didengar, dan lebih parahnya aku takut apabila permasalahanku itu disepelakan. Ya, aku takut. dan aku tidak jujur.
Aku tahu paragraf ini tidak runtut, tidak terstruktur, dan tidak tersusun rapi. Ya, bagaimana lagi? aku manusia dan aku berhak untuk tidak sempurna.
Bogor-
Komentar
Posting Komentar