Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Perjalanan Pertama

Pagi menjelang, rencana yang telah disusun sedemikian rupa telah didepan mata. Lucu sekali, perjalanan pertama bersama orang-orang yang tak pernah kubayangkan sebelumnya. Kubersiap untuk pulang kerumah karena harus menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah sebelum aku pergi. Menit berganti menit kemudian jam berganti jam, membuatnya sedikit harus terburu-buru. Entah mengapa, aku memiliki energi yang sangat banyak pada hari itu. Sangat menyenangkan sekali sampai senyum tak luntur diwajahku saat menaiki krl menuju stasiun tujuan. Sesampainya disana kami langsung berangkat mengingat waktu akan semakin malam apabila kita berlama-lama.  Perjalanan menuju Sukabumi menjadi sangat menyenangkan sekaligus menyebalkan. Dia membawa kendaraan dengan kecepatan yang tinggi, selain itu kami berpuasa dan berbuka di jalan. Dia memutuskan untuk tidak berhenti di masjid terdekat katanya, "Qada saja, kita musafir sebentar lagi akan sampai" saat itu aku kesal sekali karena takut terjadi apa-apa karen...

Pertemuan Pertama

Aku dipertemukan dengannya di pertengahan tahun ini, saat semua situasi sedang tidak baik-baik saja. Dia menarik lenganku untuk percaya bahwa aku jauh lebih dari sekedar kata layak untuk manusia lain. Saat malam itu, aku teringat pertemuan singkat yang membuatku bertanya-tanya saat melihat sebuah motor hitam mengkilat didepan halaman rumah temanku. Malam itu terasa jauh lebih lelah, sehingga tak mau berpikir terlalu lama dan aku tetap meninggalkan pertanyaan yang menggantung dibenakku. Tangga demi tangga aku naiki untuk berkumpul di serambi depan bersama yang lainnya. Semua mata menatap kearahku dan menyalamiku satu persatu. Betapa menyenangkannya malam itu berkumpul untuk pertama kalinya setelah perjalanan yang penuh peluh dan kesah. Kami bercanda dan tertawa sambil merencanakan hari esok untuk menjajaki salah satu daerah yang sedikit tidak terduga untuk aku kunjungi pada tahun ini, iya dia yang mengusulkan. Aku langsung menyetujuinya mengingat aku belum terlalu mengenalnya. Hingga pa...

Menjadi manusia

Semburat matahari menelisik diantara dedaunan yang menampakkan embunnya. Langkah kaki dan suara sepeda motor berderu terus menerus memenuhi gendang telinga seorang gadis yang tengah bergelung selimut menjadi terduduk dengan mata yang masih tertutup penuh. Gadis itu meraba-raba sekitar bantalnya mencari seonggok benda pipih tetapi yang tak kunjung ia temukan sehingga dengan berat hati ia membuka sedikit matanya dan menemukannya di ujung kasur, nyaris terjatuh. Ia mulai membuka satu persatu pesan dan menemukan pesan yang selalu ia tunggu. Tak menunggu waktu lama lagi ia mulai membalas dengan senyum merekah di bibirnya. Ah ternyata dari si dia, manusia yang selalu ditunggu oleh gadis itu. Manusia yang telah memenuhi jiwa dan pikirannya. Manusia yang telah berhasil menjadi urutan pertama dalam daftar keinginannya. Manusia yang sangat ditakutkan kepergiannya. Manusia yang sangat berharga bagi hidupnya. -16.19