Menjadi manusia
Semburat matahari menelisik diantara dedaunan yang menampakkan embunnya. Langkah kaki dan suara sepeda motor berderu terus menerus memenuhi gendang telinga seorang gadis yang tengah bergelung selimut menjadi terduduk dengan mata yang masih tertutup penuh. Gadis itu meraba-raba sekitar bantalnya mencari seonggok benda pipih tetapi yang tak kunjung ia temukan sehingga dengan berat hati ia membuka sedikit matanya dan menemukannya di ujung kasur, nyaris terjatuh. Ia mulai membuka satu persatu pesan dan menemukan pesan yang selalu ia tunggu. Tak menunggu waktu lama lagi ia mulai membalas dengan senyum merekah di bibirnya.
Ah ternyata dari si dia, manusia yang selalu ditunggu oleh gadis itu. Manusia yang telah memenuhi jiwa dan pikirannya. Manusia yang telah berhasil menjadi urutan pertama dalam daftar keinginannya. Manusia yang sangat ditakutkan kepergiannya. Manusia yang sangat berharga bagi hidupnya.
-16.19
Komentar
Posting Komentar