Pertemuan Pertama

Aku dipertemukan dengannya di pertengahan tahun ini, saat semua situasi sedang tidak baik-baik saja. Dia menarik lenganku untuk percaya bahwa aku jauh lebih dari sekedar kata layak untuk manusia lain. Saat malam itu, aku teringat pertemuan singkat yang membuatku bertanya-tanya saat melihat sebuah motor hitam mengkilat didepan halaman rumah temanku. Malam itu terasa jauh lebih lelah, sehingga tak mau berpikir terlalu lama dan aku tetap meninggalkan pertanyaan yang menggantung dibenakku. Tangga demi tangga aku naiki untuk berkumpul di serambi depan bersama yang lainnya.

Semua mata menatap kearahku dan menyalamiku satu persatu. Betapa menyenangkannya malam itu berkumpul untuk pertama kalinya setelah perjalanan yang penuh peluh dan kesah. Kami bercanda dan tertawa sambil merencanakan hari esok untuk menjajaki salah satu daerah yang sedikit tidak terduga untuk aku kunjungi pada tahun ini, iya dia yang mengusulkan. Aku langsung menyetujuinya mengingat aku belum terlalu mengenalnya. Hingga pada akhirnya jam telah menunjukkan pukul 10 malam dan sudah saatnya kami semua membubarkan diri, tak terkecuali dia. Mereka semua berpamitan kepada kawanku dan saling mengingatkan agar esok tidak ada yang terlambat. Setelah itu, saat aku melihat kebawah ternyata dialah pemilik si hitam mengkilat dan terasa sedikit perasaan tidak asing yang ditinggalkannya. Malam itu menjadi salah satu malam yang menyisakan tanda tanya "dia seperti apa?".


Komentar